Windstar Cruises telah meluncurkan kapal pesiar terbarunya, Star Seeker, menandai langkah signifikan bagi perusahaan dan pasar kapal pesiar mewah yang lebih luas. Kapal tersebut, yang diluncurkan di Miami pada Kamis malam, mewakili kapal baru pertama Windstar dalam tiga dekade, menandakan komitmen terhadap ekspansi dan pengalaman berlayar yang didefinisikan ulang.
Kemewahan Intim di Laut
Pencari Bintang membedakan dirinya melalui ukurannya yang kecil dan fokus pada fasilitas kelas atas. Dengan hanya 112 suite, semuanya dilengkapi beranda pribadi atau jendela setinggi langit-langit, kapal pesiar ini melayani wisatawan yang mencari suasana lebih intim daripada yang ditawarkan kapal pesiar besar pada umumnya. Kapal ini dapat menampung 224 tamu, dengan layanan spa lengkap, kolam renang, kolam pusaran air, pusat kebugaran, dan lima tempat makan—jumlah yang cukup besar mengingat skala kapal tersebut.
Chief Operating Officer Windstar, Stijn Creupelandt, menekankan bahwa Star Seeker dirancang untuk “mendorong pengalaman” yang identik dengan merek Windstar. Ini termasuk dek terbuka, tempat duduk terpencil, dan bar Yacht Club yang khas—bahan pokok merek yang bertransisi dengan mulus dari layanan kopi ke koktail.
Mengakses Destinasi Eksklusif
Ukuran kapal pesiar bukan hanya soal kenyamanan; ini membuka akses ke tujuan yang tidak dapat diakses oleh jalur pelayaran yang lebih besar. Janet Bava, Chief Commercial Officer Windstar, menyoroti keunggulan ini, dengan menyatakan bahwa perusahaan bertujuan untuk menyediakan pelayaran yang “berpengalaman dan mendalam secara budaya” dengan “makanan berkualitas” dan akses ke pelabuhan yang unik.
Keuntungan utamanya adalah marina kapal, yang memungkinkan penumpang untuk berkayak, snorkeling, dan mendayung langsung dari kapal pesiar. Selain itu, Star Seeker dapat berlabuh di Venesia, Italia—sebuah hak istimewa yang tidak diberikan kepada kapal-kapal besar karena peraturan baru-baru ini yang mengharuskan mereka berlabuh jauh di luar pusat kota. Kemampuan untuk menawarkan akses langsung ke destinasi yang banyak dicari merupakan nilai jual utama.
Ekspansi ke Pasar Baru
Peluncuran Star Seeker mendukung rencana ekspansi Windstar yang lebih luas. Kapal tersebut akan memulai musim perdananya di Karibia sebelum dipindahkan ke Alaska pada musim panas ini—rute yang tidak tersedia sejak tahun 2023—dan kemudian ke Jepang pada akhir tahun 2026 dan 2027.
Kapal kembar perusahaan yang akan segera debut, Star Explorer, akan lebih mendukung pertumbuhan ini dengan melayani rencana perjalanan Eropa, termasuk pelabuhan sungai dan pusat kota. Kemampuan untuk menawarkan lebih banyak destinasi merupakan inti dari strategi Windstar. Menurut Creupelandt, “Satu-satunya cara kami dapat kembali ke Alaska… adalah dengan mengembangkan merek kami.”
Windstar yakin bahwa wisatawan yang cerdas akan memprioritaskan akses ke destinasi unik dan pengalaman yang lebih personal dibandingkan kapal pesiar pasar massal yang berskala besar.
Peluncuran Star Seeker bukan hanya tentang kapal baru; ini tentang membentuk kembali ekspektasi terhadap pelayaran mewah. Dengan berfokus pada keintiman, akses destinasi, dan pengalaman perjalanan, Windstar memposisikan dirinya sebagai alternatif premium di pasar yang ramai.
























