Choice Hotels, grup perhotelan terkemuka yang berbasis di AS, secara agresif melakukan ekspansi di seluruh Afrika, dengan menetapkan target untuk mengoperasikan 100 hotel di seluruh sub-Sahara dan Afrika bagian selatan pada tahun 2035. Target ambisius ini mengikuti langkah awal mereka memasuki pasar Afrika pada akhir tahun lalu, menandai perubahan signifikan dalam strategi global perusahaan.

Masuk Pasar Perdana dan Kemitraan Strategis

Perusahaan ini pertama kali memasuki pasar Afrika pada bulan November, mendapatkan perjanjian waralaba untuk tiga properti di Kenya, yang dijadwalkan dibuka pada tahun 2026. Bersamaan dengan itu, perjanjian pengembangan induk juga dibuat untuk membangun setidaknya 15 hotel tambahan pada tahun 2030.

CEO Choice Hotels untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), David Beers, menyatakan ketidakhadiran perusahaan sebelumnya disebabkan oleh kurangnya kemitraan lokal yang sesuai. Masalah ini kini telah diselesaikan dengan Aniket Shroff, yang berperan penting dalam ekspansi ini. Beers menekankan bahwa perjanjian terbaru ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal mereka dengan Shroff, yang menunjukkan aliansi strategis jangka panjang.

Mengapa Ini Penting: Bangkitnya Waralaba di Afrika

Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas di sektor perhotelan Afrika: semakin menonjolnya model waralaba. Secara tradisional, pengembangan hotel di Afrika sangat bergantung pada kepemilikan independen atau investasi langsung berskala besar. Waralaba memungkinkan merek internasional seperti Choice Hotels untuk berkembang pesat dengan belanja modal yang lebih rendah.

  • Pendekatan ini meminimalkan risiko sekaligus memanfaatkan keahlian lokal.
  • Layanan ini melayani peningkatan kelas menengah dan peningkatan perjalanan bisnis di pasar negara berkembang di Afrika.
  • Sasaran tahun 2035 menunjukkan keyakinan terhadap stabilitas jangka panjang dan potensi pertumbuhan di seluruh benua.

Implikasinya terhadap Pasar dan Persaingan Lokal

Ekspansi agresif Choice Hotels kemungkinan akan meningkatkan persaingan di antara jaringan hotel internasional dan grup hotel lokal yang ada. Strategi perusahaan akan menekan merek lain untuk beradaptasi atau berisiko kehilangan pangsa pasar. Hal ini dapat menghasilkan harga yang lebih kompetitif, peningkatan standar layanan, dan investasi yang lebih besar pada infrastruktur pariwisata lokal.

Keberhasilan usaha ini bergantung pada penanganan kompleksitas lingkungan bisnis di Afrika, termasuk hambatan peraturan, keterbatasan infrastruktur, dan nuansa budaya. Namun, dengan mitra yang terbukti di Shroff dan jadwal ekspansi yang jelas, Choice Hotels tampaknya memiliki posisi yang baik untuk memanfaatkan permintaan perhotelan yang terus meningkat di benua ini.

Pada akhirnya, langkah Choice Hotels menandakan kepercayaan terhadap pertumbuhan ekonomi Afrika dan potensi sektor perhotelan yang berkembang. Hal ini