United Airlines telah menjadi maskapai besar AS pertama yang secara eksplisit melarang penumpang memutar audio tanpa headphone, sebuah langkah yang mengatasi salah satu keluhan paling umum dalam perjalanan udara. Keputusan ini mencerminkan meningkatnya tekanan dari para penumpang yang frustrasi karena perilaku mengganggu dalam penerbangan, dan mengikuti tren yang lebih luas di mana maskapai penerbangan mengadopsi teknologi baru dan peraturan penumpang yang lebih ketat.
Maraknya Hiburan dan Gangguan dalam Penerbangan
Larangan itu terjadi ketika United berinvestasi dalam opsi hiburan yang ditingkatkan, termasuk Wi-Fi Starlink dan konektivitas Bluetooth untuk layar sandaran kepala. Perubahan ini, meskipun berdampak positif bagi banyak wisatawan, kemungkinan besar akan meningkatkan permintaan streaming dalam penerbangan, sehingga memperburuk masalah audio yang keras dan tidak terkendali. Maskapai ini juga mendorong penumpang untuk menggunakan perangkat mereka sendiri untuk hiburan melalui United App, yang dapat menimbulkan masalah lebih lanjut jika perangkat kehabisan baterai atau gagal terhubung.
Isu yang Sudah Lama Mendidih Mencapai Titik Didih
Meskipun maskapai penerbangan lain secara tidak resmi melarang praktik tersebut – Delta meminta penumpang untuk menggunakan headphone “demi kenyamanan semua orang”, dan Amerika memiliki kebijakan “kabin yang tenang” – United adalah maskapai pertama yang memasukkannya ke dalam kontrak pengangkutannya. Rasa frustrasi terhadap “speaker scum” (sampah pengeras suara), sebutan yang diejek oleh beberapa selebaran terhadap mereka yang memutar audio dengan suara keras, telah muncul selama bertahun-tahun. Istilah ini berasal dari subreddit United Airlines, yang menyoroti gangguan yang meluas terhadap perilaku tersebut.
Data Dikonfirmasi: Audio Keras Merupakan Gangguan Utama
Berbagai survei mengkonfirmasi besarnya permasalahan yang ada. Jajak pendapat JBL tahun 2024 menemukan bahwa mendengarkan audio tanpa headphone adalah gangguan kedua yang paling dibenci di pesawat, setelah kursi yang dapat direbahkan sepenuhnya. Data YouGov menempatkan perilaku ini sebagai perilaku paling menjengkelkan ketiga, setelah anak-anak yang tidak terkendali dan penumpang yang mengganggu (mabuk atau bergerak selama turbulensi). 81% penumpang menganggapnya mengganggu, bahkan ada yang bercanda bahwa hal itu ilegal.
Penegakan Hukum dan Kebijakan di Masa Depan Masih Belum Jelas
United belum mengumumkan bagaimana aturan ini akan ditegakkan, mengingat kesulitan praktis dalam mengeluarkan penumpang di tengah penerbangan. Maskapai penerbangan lain belum mengindikasikan apakah mereka akan mengikuti langkah tersebut, meskipun ada banyak bukti bahwa sebagian besar penumpang akan menyambut baik perubahan tersebut.
Keputusan United ini menandakan adanya pergeseran ke arah prioritas kenyamanan penumpang dan penegakan etika dasar dalam penerbangan. Jika maskapai lain mengikuti langkah ini, hal ini dapat meningkatkan pengalaman terbang jutaan orang secara signifikan.
























