Bepergian mematahkan kebiasaan lamanya.
India sedang membangun aplikasi perjalanan yang mengutamakan suara
Langkah ini sedang terjadi di India. Bukan Lembah Silikon. India.
Kemitraan antara SAMHI Hotels dan RARE India bukan sekadar merger. Ini adalah pertaruhan kecil atas paradoks rumit: bagaimana menjual infrastruktur untuk produk yang menghasilkan uang dengan menolak struktur.
Mereka ingin meningkatkan akses.
Tetapi mereka menolak untuk membakukan pengalaman.
Jika Anda menghomogenisasi sebuah merek butik, merek itu akan mati. Jadi bagaimana Anda membangun rel tanpa menghancurkan perjalanannya? SAMHI dan RARE berpikir mereka bisa mengatasi ketegangan. Mereka berusaha menjaga jiwa keramahtamahan yang penuh pengalaman tetap hidup sambil meluncurkan pabrik yang setara dengan digital.
AS menginginkan lebih sedikit data media sosial
Tunggu, sebenarnya.
AS sedang melakukan tindakan balasan.
Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan mengusulkan aturan baru untuk menyita semua akun media sosial wisatawan. Reaksi publik terjadi seketika. Proposalnya bahkan belum aktif. Namun hal ini cukup membuat orang bertanya-tanya apakah AS masih menginginkan bisnis mereka.
Aturan itu seharusnya mengamankan perbatasan. Sebaliknya, mereka memberi isyarat permusuhan. Wisatawan internasional tidak memerlukan undangan yang meminta kata sandi bahkan sebelum mereka mendarat. Reaksi balik tersebut membuktikan bahwa privasi tetap penting, setidaknya ketika Anda membuat mereka gelisah.
Perang Spanyol terhadap Airbnb belum berakhir
Pengadilan tinggi Spanyol membatalkan pendaftaran nasional untuk persewaan jangka pendek.
Bagi Airbnb, itu adalah sebuah kemenangan.
Untuk Madrid? Tidak terlalu.
Keputusan pengadilan ini merupakan kekalahan prosedural bagi pemerintah, namun perang ideologi masih belum selesai. Pendaftaran tersebut seharusnya menghentikan wisatawan mengubah bangunan tempat tinggal menjadi hotel. Menghapusnya tidak akan menyelesaikan krisis perumahan. Itu hanya menghentikan pertarungan.
Tuan tanah menginginkan hasilnya. Penduduk ingin tinggal di kota mereka. Pengadilan hanyalah wasit dalam sebuah pertandingan yang belum ada yang bisa menyatakan pemenangnya.
B2A? Agen tidak peduli dengan merek
Inilah bagian yang menakutkan.
Kami telah menghabiskan satu abad membangun pengenalan merek untuk memicu otak manusia yang malas. Lihat kotak biru, beli laptopnya. Ini adalah jalan pintas kognitif.
Namun agen AI tidak malas.
Mereka sangat rasional.
Peralihan ini beralih dari Bisnis ke Konsumen (B2C) menjadi Bisnis ke Agen (B2A). Itu
























